Ide Usaha

Bisnis Kain Lap yang Kian Mengkilap

Sidik Pramono, Majun Jaya (MJ)Kain lap majun tidak hanya dibutuhkan oleh perorangan maupun rumah tangga saja. Melainkan untuk semua jenis industri mulai dari restoran, bengkel hingga pertambangan. Dengan konsumen yang begitu beragam membuat potensi bisnis ini semakin menggiurkan.

Limbah, secara harfiah berarti buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi. Kadangkala, kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan. Karena tidak lagi memiliki nilai ekonomis atau dengan kata lain sebagai sampah. Namun hal itu tidak berlaku secara mutlak untuk semua jenis limbah. Dalam jumlah serta dengan perlakuan tertentu limbah atau sampah masih bisa dimanfaatkan bahkan dapat memiliki nilai jual hingga berpuluh kali lipat.

Sebut saja sampah kertas atau limbah plastik bekas yang kini banyak digunakan untuk bahan baku kerajinan maupun industri kertas atau plastik daur ulang. Demikian pula dengan limbah yang berasal dari pabrik garmen, semisal limbah kain perca atau yang lebih dikenal sebagai kain majun ternyata tetap memiliki nilai jual. Caranya dengan memanfaatkan limbah majun untuk membuat lap kain majun.

Kain lap tidak hanya diperuntukkan bagi kebutuhan perorangan atau rumah tangga saja. Hampir semua jenis usaha membutuhkan kain lap. Demikian pula dengan kain lap majun, yang konsumennya mulai dari restoran, bengkel, sampai ke semua jenis industri. Termasuk bidang percetakan hingga pertambangan.

Sidik Pramono, pengelola bisnis lap majun bernama Majun Jaya (MJ) mengungkapkan, sampai saat ini jumlah produksi lap majun tidak dapat memenuhi permintaan. Artinya berapa pun besar jumlah produksi pasti bakalan habis terserap pasar. Masalahnya, hampir semua produsen pasti mengeluhkan kekurangan bahan baku limbah.

Kain lap majun“Ada pemain lain, satu bisnis keluarga dan dia malah sempat ekspor. Tetapi sekarang mereka berhenti karena tidak mampu memenuhi jumlah permintaan yang terlalu besar. Sebab limbah garmen tidak bisa dipastikan, kadang-kadang bahan baku tidak ada. Bahkan untuk permintaan lokal seperti di Medan saja butuh sekitar 100 ton, kita belum bisa memenuhi. Ke sana minimal kita kirim 15 ton sebulan. Makanya kita selalu survei ke kota-kota lain untuk mendapatkan bahan baku. Semua pemain kekurangan bahan baku, terutama untuk lap susun,” tuturnya.

Di pasaran dikenal tiga macam lap majun, yakni lap lembaran, lap sambung, dan lap susun. Bentuk dan ukuran sisa-sisa potongan limbah garmen bermacam-macam. Untuk ukuran kira-kira selebar telapak tangan orang dewasa biasanya tidak perlu dijahit lagi dan siap menjadi lap lembaran. ( dari majalah pengusaha.com)

Lampion Unik dari Limbah Botol Plastik

Bob Novandy, Lampion dari Limbah Botol PlastikBotol plastik bekas, ternyata bisa diubah menjadi lampion berkelas dengan harga relatif tinggi. Hal ini, sudah dibuktikan Bob Novandy dimana lampion buatannya telah mejeng dari kafe hingga taman kediaman para mantan presiden. Russanti Lubis

Sampah. Selama ini, keberadaanya seringkali disepelekan dan dianggap sebagai masalah bagi kelestarian bumi. Bahkan, ketika ia masuk ke dalam sungai dan terjadi banjir, sampah pun dituduh sebagai salah satu penyebabnya. Ironisnya, sikap tidak bersahabat ini justru datang dari manusia, yang notabene biang kerok kehadiran benda-benda yang biasanya kotor dan berbau itu.

Namun, ternyata, tidak semua manusia beranggapan demikian. Salah satunya yaitu Bob Novandy. Mantan Sekretaris Pribadi Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia ini, justru melihat potensi sampah. Dalam arti, jika sampah diolah dengan benar, maka ia akan memiliki Lampion dari Limbah Botol Plastiknilai ekonomi yang tinggi. Sampah yang dimaksudkan di sini hanya mengacu kepada botol plastik bekas.

“Mengapa cuma limbah botol plastik yang saya manfaatkan, karena saya melihat adanya unsur seni dalam benda ini. Di samping itu, botol plastik juga anti pecah, anti patah, dan anti basah,” jelas pria, yang akrab disapa Bob ini.

Selanjutnya, Bob membentuk botol-botol plastik bekas itu menjadi lampion. Tetapi, bukan lampion sembarang lampion, yang pada umumnya ditempatkan dengan cara digantung. Lampion buatannya juga dapat ditempatkan dalam posisi duduk atau ditempelkan di dinding, laiknya lampu.

Selama ini, lampion selalu dikaitkan dengan unsur-unsur budaya Cina, karena benda ini memang dikenal sebagai lampunya orang Cina. “Tapi, berbeda dengan lampion Cina yang terbuat dari kertas Lampion dari Limbah Botol Plastikxuanzi yang sangat tipis agar cahaya dapat menembusnya,.lampion saya memiliki bentuk lebih unik dan lebih banyak bermain di ruang,” tutur Bob, yang memberi merek hasil karyanya Bob’s Lampions. Kadangkala, ia menambahkan bahan baku lain yang juga berasal dari limbah, seperti potongan kayu, bekas pegangan payung, dan lain-lain agar hasil karyanya itu tampak lebih cantik.

Lampion-lampion aneka bentuk ini (Bob memiliki 100–150 item, red.) dijualnya dengan harga Rp35 ribu–Rp800 ribu per buah, tergantung pada banyaknya botol plastik bekas yang digunakan, tingkat kesulitan dalam pembuatannya, dan ukurannya. Misalnya, untuk lampion berbentuk bola dijual dengan harga Rp200 ribu/buah, sementara yang bentuknya mirip lampu kristal dihargai Rp500 ribu/buah. ( majalah Pengusaha)

5 comments on “Ide Usaha

  1. saya dari tabloid media peluang wirausaha usaha anda cukup unik saya ingin menawarkan kerja sama dalam bentuk pemasangan iklan anda bisa kontak saya di 08211-2525-162

  2. pak saya usaha dibidang limbah kain ,levis,kaos,dan sbgainya, saya mau tanya apa bapak terima kain buat lap, itu bahan seperti apa dan harga berapa,saya punya stock barang banyak

  3. Pak,saya punya stok kain kain perca atau kain sisa konveksi barangkali bpk berminat untuk dijadikan bahan baku untuk majun ataupun kain lap silahkan hub no hp saya 087779231304

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s